Membuat RAB dengan langkah-langkah ini

Artikel

RAB adalah anggaran biaya dalam proyek konstruksi berdasarkan harga semua barang yang akan digunakan serta jasa yang ingin dipakai untuk mempersiapkan dana proyek tersebut.

Fungsi dan Pentingnya Rencana Anggaran Bangunan (RAB)

RAB adalah acuan dasar pelaksanaan proyek, mulai dari pemilihan kontraktor yang sesuai, bahan bangunan, sampai pengawasan proyek agar berjalan sesuai dengan rancangan dan kesepakatan awal Anda dengan kontraktor.

RAB bertujuan untuk menyamakan ekspektasi dari client (pendana) dan juga kontraktor (pembangun) agar pembelian bahan bangunan itu sesuai dengan pekerjaan, upah terkontrol, dan pengadaan alat yang tepat saja.

Isi RAB

  1. Uraian pekerjaan, contoh: pekerjaan persiapan, galian, pondasi, dan lain -lain. Setiap bagian uraian pekerjaan memiliki rincian pekerjaan lainnya yang detail.
  2. Volume pekerjaan dengan unit satuan yang sesuai dengan pengerjaan. Seperti: persegi (m2), meter kubik (m3), titik, atau unit.
  3. Jumlah luas/volume/titik/unit untuk pekerjaannya
  4. Harga pekerjaan yang dapat di pisah menjadi dua bagian, harga jasa atau harga jasa dan materialnya. Rumusnya adalah: Jumlah pekerjaan serta unitnya dikali dengan harga jasa dan materi yang akan digunakan.
  5. Total upah pekerja yang didapatkan dari biaya per jam x estimasi waktu pekerjaan x total pekerja
  6. Total bahan bangunan.
  7. Total atau jumlah harga yang didapatkan dari penjumlahan total upah dengan total material atau perkalian volume dengan total upah.

Berikut adalah Total 5 langkah utama yang diambil saat proses penghitungan RAB

  • Mempersiapkan Gambar Kerja

Gambar kerja yang dibuat oleh arsitek akan membantu proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pembuatan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK), sampai pembuatan RAB. Gambar kerja bisa membantu menentukan berbagai jenis pekerjaan yang ada pada RAB, spesifikasi dan ukuran material bangunan.

Cek harga bahan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan serta nilai upah daerah yang akan berhubungan dengan pekerjaannya.

  • Menghitung Volume Pekerjaan

Menghitung volume pekerjaan per m2, m3, atau per unit. Volume pekerjaan nantinya dikali dengan harga satuan pekerjaan = jumlah biaya pekerjaan.

  • Menentukan Harga Satuan Pekerjaan

Harga satuan pekerjaan dapat dipisahkan menjadi harga upah dan material. Harga upah yang digunakan berdasarkan harga yang berlaku di daerah proyek/pembangunan tersebut. Sebagai contoh, harga satuan pekerjaan per tahun 2016 untuk pekerjaan rangka atap adalah Rp. 92.000,- per m2 dan pekerjaan pemasangan plafon adalah Rp. 24.000,- per m2. Adanya juga kemungkinan peningkatan harga apabila pekerjaan bangun atau renovasi rumah Anda belum dimulai. Jadi, selalu update angka-angka tersebut.

  • Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan

Kalikan semua yang diatas seperti tabel yang dibawah:

Harga Satuan x Volume = Jumlah Biaya Pengerjaan

RAB
Foto: Rencana Anggaran Biaya
  • Rekapitulasi

Rekapitulasi adalah jumlah total masing-masing sub pekerjaan, seperti pekerjaan pendahuluan, tanah, pondasi, struktur, dan lain-lain. Singkatnya, adalah jumlah per kategori pekerjaan yang akan digunakan. Kamu juga bisa menambahkan pajak setelah mendapatkan biaya total di bawah.

RAB
Foto: Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya

Hong’s Home Improvement s menyediakan segala jenis barang dari atap sampai lantai kebutuhan rumah tangga Anda. Nikmati juga fasilitas free konsultasi bahan bangunan kepada staff kami yang berpengetahuan.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *